s e p e d a

Berbagai hal mengenai sepeda baik yang berasal dari hasil studi, penelitian maupun standar kebijaksanaan (NSPM) antara lain :
Sepeda sebagai salah satu moda transportasi darat
Menurut Khan (1994) pesepeda hanya memerlukan capital cost yang kecil untuk kendaraan dan memerlukan infrastruktur yang lebih sedikit serta tidak menimbulkan polusi udara maupun suara, sehingga sarana transportasi ini merupakan sarana transportasi yang ramah terhadap lingkungan.
Menurut Susanto dan kawaan-kawan (1998) kini pengguna sepeda sebagai transportasi moda utama sering diindetikkan dengan masyarakat ekonomi kelas rendah, waktu bagi mereka bukan merupakan nilai yang perlu diperhitungkan. Jadi lebih baik naik sepeda dari pada menumpang kendaraan umum yang harus mengeluarkan biaya ekstra.
Keunggulan dan kelemahan moda transportasi sepeda
Keunggulan sepeda disbanding kendaraan bermotor adalah sepeda memberikan beban yang lebih kecil kepada lingkungan, hanya memerlukan energi yang sedikit dan biaya operasional yang diperlukan relatif kecil. Sedangkan kelemahan sepeda antara lain sulit untuk menempuh perjalanan jauh karena dijalankan oleh tenaga manusia. Bersepeda di daerah berbukit atau saat hujan dirasa kurang nyaman bila dibandingkan dengan mengendarai mobil, dan dilihat dari cara mengendarainya mudah mengalami kehilangan keseimbangan sehingga menimbulkan kecelekaan bagi pengendaranya. (Susanto dkk, 1998).
Tingkat kecelakaan dan keselamatan pada pengendara sepeda
Terjadinya kecelakaan pesepeda tidak selalu ditimbulkan oleh satu sebab tetapi oleh kombinasi berbagai efek dari sejumlah kelemahan atau gangguan yang berkaitan dengan pemakai dan lingkungannya misalnya tata letak kota, kebijakan lalu lintas, kondisi lingkungan (permukaan jalan), waktu, cuaca dan lain sebagainya. (Hobbs, 1995)
Menurut Mikko Rasanen (1997) keamanan merupakan hal yang sangat penting dalam berlalu lintas sehingga diperlukan kesadaran dan perhatian dari pengguna jalan khususnya pengendara sepeda itu sendiri terhadap peraturan-peraturan lalu lintas seperti marka jalan dan rambu-rambu lalu lintas yang ada.
Mencermati uraian pendapat di atas dapat disimpulkan kecelakaan yang dialami pesepeda disebabkan karena kurangnya daya dukung lingkungan terhadap lalu lintas sepeda. Daya dukung lingkungan diantaranya adalah ketersediaan fasilitas dalam berlalu lintas bagi pengguna sepeda, sehingga pesepeda merasa aman dalam mengendarai sepeda di jalan raya tanpa ada rasa takut terserempet atau tertabrak kendaraan bermotor.
Asumsi sepeda dalam arus lalu lintas
Kendaraan tak bermotor dalam MKJI 1997 adalah kendaraan dengan roda yang digerakkan oleh tenaga orang atau hewan meliputi sepeda, becak, kereta kuda dan kereta dorong sesuai klasifikasi Bina Marga. Sebagai catatan kendaraan tak bermotor tidak dianggap sebagai bagian dari arus lalu lintas tetapi sebagai unsure dari side barrier (hambatan samping) (MKJI Ditjen Bina Marga, 1997). Sepeda dianggap sebagai hambatan samping karena kemampuan bergeraknya yang rendah dan tidak merupakan kendaraan bermotor, sehingga dikategorikan kendaraan lambat.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under bbm, transportasi

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s