mari kita sama sama menyambut keputusan pemerintah RI untuk mengurangi subsidi minyak yang berakibat naiknya harga minyak yang dijual kepada masyarakat. mau tidak mau, suka tidak suka nampaknya kita harus terima kenyataan ini, mengingat opsi-opsi dari masyarakat (para pakar) oleh pemerintah dianggap tidak akan mampu menyelamatkan APBN 2008, atau mungkin pemerintah memang tidak mau mendengarkan suara yang berasal dari masyarakat, ANGKUH.
melihat kenyataan di atas saya berpikiran lebih baik saya mencoba mencari apa yang akan menjadi dampak positif dari kenaikan harga minyak, alhamdulillah saya telah menemukannya, sehingga akan sedikit menjadi hiburan bagi saya dan orang yang berpikiran seperti saya (wah…mau curhat nich…). sejak dulu saya memimpikan situasi jalan di kota-kota di Indonesia penuh dengan lalu lintas sepeda seperti kota-kota di Benua Eropa, sehingga jauh dari polusi dan kemacetan lalu lintas.
kenaikan harga minyak berkorelasi positif dengan perkembangan jumlah pengguna sepeda sebagai sarana transportasi, walaupun selisih laju kenaikan keduanya (kenaikan harga minyak dan jumlah pengguna sepeda) sangat jauh. semakin banyak masyarakat menggunakan kendaraan tak bermotor semakin berkurang konsumsi minyak dan mengurangi belanja negara untuk minyak yang sangat ini harganya terus naik dan terbukti sangat memberatkan pemerintah.
usaha untuk memasyarakatkan sepeda sebagai sarana transportasi di Indonesia terhambat oleh tidak adanya :
1. prasarana transportasi sepeda berupa jalur/lajur khusus sepeda sehingga masyarakat enggan menggunakan sepeda karena rentan terjadi kecelakaan tertabrak atau terserempet oleh kendaraan bermotor. kebijakan pemerintah untuk pengadaan lajur sepeda terhambat oleh rendahnya volume lalu lintas sepeda sehingga keberadaan lajur sepeda dianggap belum diperlukan.
2. tidak adanya tokoh masyarakat (public figure) yang konsisten menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi dalam kegiatan sehari-hari, hal ini menyebabkan seseorang enggan mengunakan sepeda karena gengsi dan malu. karena selama ini tokoh masyarakat menggunakan sepeda hanya untuk kepentingan tertentu yang dianggap menguntungkan baginya misalnya dalam kampanye pilkada (gombal…..)
sekedar info : saya salut dengan masyarakat gaza yang sadar bahwa negerinya kekurangan minyak dan tak mampu membeli minyak sehingga mereka menggunakan keledai sebagai sarana transportasi (wah…asyik donk…..tinggal parkir aja di padang rumput gak usah beli bensin). sedangkan kita bagaikan seorang anak yang selalu dimanja oleh bapaknya dengan diberi fasilitas dan kemudahan terus menerus, kemudian sang bapak telah jatuh miskin, namun sang anak tidak menyadari dan terus meminta untuk dimanjakan. Bukankah seharusnya sang anak turut perihatin atas nasib bapaknya, bukanya malah menambah beban bapaknya. wallahu a’lam bisshawab.



ya sebagai masyarakat kita seharusnya berhemat diri, keuntungannya :
1. Kalo jalan kaki atau naik sepeda badan kita sehat
2. Kita tidak mengeluarkan biaya untuk membeli BBM